PELATIHAN MEMBUAT BAKI HANTARAN LAMARAN

2019-09-29 0 comments ngesrep

PELATIHAN MEMBUAT BAKI HANTARAN LAMARAN


 

SEMARANG-Hantaran pengantin merupakan salah satu barang harus tersedia dalam proses lamaran ataupun proses pernikahan. Hantaran tersebut biasanya berisi buah-buahan yang dirangkai, tas cantic yang dirangkai, sepatu yang dihias dengan bunga-bunga ataupun barang kebutuhan sehari-hari lainnya. Seperti halnya dengan hantaran kain jarik yang dimodifikasi menjadi berbagai bentuk. Kain jarik ini merupakan sebuah symbol kain yang dipergunakan untuk menutup bagian tubuh dan bermotif batik.

Sebanyak 30 orang warga kelurahan ngesrep dari berbagai Rw, mulai Rw I sampai RW XI mengikuti pelatihan membuat hantaran pengantin di balai kelurahan Ngesrep jalan teuku Umar No 56 Semarang. Tujuan diadakan pelatihan ini yaitu untuk memberikan ilmu dan wawasan kepada ibu-ibu warga kelurahan Ngesrep khususnya ibu-ibu rumah tangga agar bisa menerapkan kegiatan ini di wilayah masing-masing dalam mengisi waktu luang nya. Pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari yaitu tanggal 09 agustus 2019 ini diharapkan memberikan dampak positif kedepannya.

Lurah Ngesrep Sapto Dwi Karnadi, SE memberikan respon yang sangat bagus dalam kegiatan pelatiahan membuat baki hantaran lamaran ini.

“Baki hantaran lamaran merupakan barang yang biasanya digunakan untuk bahan seserahan. Biasanya bentuk-bentuk yang unik dan berkesan akan memberikan nilai jual yang tinggi. Selain itu, untuk memaksimalkan waktu luang saya harap ibu-ibu kelurahan ngesrep dapat membentuk kelompok IUMK diwilayah masing-masing dengan anggota warga disekitar tempat tinggalnya, sehingga jika ada warga kelurahan ngesrep akan mengadatakan proses lamaran ataupun proses pernikahan tidak kesulitan mencari pengrajin hantaran cukup diwilayah sekitarnya. Dan bisa dijadikan nilai tambah dari penjualan nya tersebut” kata lurah Ngesrep yang turut membuka acara pelatihan. (09/08/2018)

Pelatihan membuat hantaran baki pernikahan tersebut didampingi oleh narasumber yang sudah sering membuat dan memasarkan hasil karyanya dengan mengikuti event-event IUMK ataupun event-event lainnya, yaitu ibu Dian. Beliau memberikan pengarahan sebelum acara pelatihan dimulai.

“saya mengaharapkan agar ilmu yang saya berikan tidak hanya sebatas disini, bisa diimplemantasikan dalam kehidupan diwilayah masing-masing. Karena hasil karya seperti ini tidak tanggung-tanggung omsetnya bisa mencapai ratusan ribu. Sehingga dapat memambah penghasilan keluarga. Selain itu kreasi dalam pelatihan juga sangat dibutuhkan karena semakin baik kreasinya maka akan semakin tinggi juga penjualannya” tuturnya

Bu dian menambahkan jika banyak orang tergabung dalam sebuah kelompok akan lebih baik lagi kedepannya.

“untuk mengisi waktu luang ibu-ibu bisa berkumpul sama ibu-ibu rumah tangga yang lain membentuk kelompok-kelompok kecil. Ibaratnya semakin banyak semakin mudah kerja kita, misal ibu A lagi pergi keluar Kota dan ada warga yang ingin membuat hantaran yang biasanya membuat ibu A, maka tidak akan kebingunan lagi karena ada ibu B yang bisa menggantikan tugas ibu A. Pemasarannya juga lebih mudah melalui Pameran-pameran event seperti Pertemuan PKK, pertemuan Dawis ataupun event event lainnya” tuturnya disela sela pelatihan

Pelatihan tersebut sangat diminati warga kelurahan Ngesrep, salah satunya ibu heni wonidi seorang ibu rumah tangga dari RW I

“Pelatiahan ini sangat bermanfaat dan saya senang mengikuti nya. Saya akan terus berinovasi dan akan mengajak ibu-ibu PKK di RW saya untuk membuat hantaran ini secara bersama-sama. Akan saya terapkan agar mempermudah tetangga yang membutuhkan jasa keahlian kita”

Let us know what you think

* Required field

Comments (0)