PELATIHAN MACRAME, PENGGUNAAN TALI KUR SEBAGAI TAS CANTIK

2019-09-29 0 comments ngesrep

PELATIHAN MACRAME, PENGGUNAAN TALI KUR SEBAGAI TAS CANTIK


 

SEMARANG-Tas cantik tidak hanya dimiliki oleh kaun muda-mudi saja, melainkan ibu-ibu lanjut usia yang senantiasa mengagumi tas cantic. Begitu pula dengan seni macramé yang tak hanya ibu-ibu lanju usia yang menekuni seni kerajianan tali temali ini. Salah satu nya ibu Hesti, perempuan satu ini merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah hubdam RW X kelurahan Ngesrep. Dia mengatakan kerajinan macramé membuat hati senang dan menambah wawasan,tutur nya saat ditemui dalam pelatihan macramé membuat tas dari tali kur yang diadakan oleh Kelurahan Ngesrep.

Pelatihan Macrame di adakan bertujuan guna untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan di bidang pemanfaatan tali temali dan diharapkan menumbuhkan kelompok-kelompok kecil dalam usaha pembuatan tas cantik, gantungan kunci cantik, dan korden cantik yang semuanya terbuat dari tali kur.

Pelatihan macramé ini diadakan dua hari terhitung mulai tanggal 23 september 2019 sampai 24 september 2019 yang dibimbing langsung oleh ibu sudarsih yaitu salah satu kader Pokja II TP PKK kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik. Meskipun sudah berusia lebih dari 50 tahun ibu sudarsih sangat giat dan tekut dalam menjalani seni kerajian macramé tersebut. Salah satu hasil ketekunannya adalah menampilkan hasil kerajinanan macramé nya di dalam event-event di Kota Semarang.

Dalam kesempatan nya ibu sudarsih memberikan motivasi dan semangat kepada peserta macramé yang dihadiri oleh ibu-ibu di wilayah Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik.

“seni macramé ini merupakan seni yang ulet dan dibutuhkan kesabaran sehingga hasilnya akan memiliki seni jual yang tinggi. Saya berharap ibu-ibu dapat menjadikan seni macramé ini menambah penghasilan yang sangat mempuni, misal saja dalam pembuatan 1 tas kecil dapat dijual dengan harga 150-250 ribu rupiah, dan untuk waktu produksi tidak lama sekitar 1 hari setengah” tutur ibu sudarsih selaku narasumber dan pendamping pelatihan macramé yang diadakan di Balai kantor Kelurahan Ngesrep. (senin,23/09/2019)

Selain itu, Kasi Pembangunan Kecamatan Banyumanik, Tantri Pradono SH yang turut hadir dalam pelatihan macramé tersebut membuka acara tersebut dan memberikan sambutan kepada peserta pelatihan.

“Pelatiahan seperti ini menumbuhkan rasa kesabaran, keuletan dan terumatama dapat mengisi kegiatan-kegiatan luang. Diharapkan selesai pelatihan macramé ibu-ibu dapat menularkan ilmu ke tetangga sekitar yang belum bisa datang mengikuti pelatihan ini dan mengajak untuk membuat kelompok-kelompok UMKM sehingga produksi tas ataupun pernak Pernik cantik macramé dapat terproduksi skala homemade yang lebih besar. Siapa tahu Ngesrep menjadi kampong homade kerajinan macramé” tutur kasi Pembangunan Kecamatan Banyumanik tersebut yang disambut antusias peserta yang akan menjadikan pelatihan ini sebagai modal untuk berkecimpung di dunia usaha.

Selain ibu hesti sebagai peserta, ada yang lainnya seperti ibu ning yono yang merupakan warga RW I yang sangat sennag sekali mengikuti acara seperti ini.

“saya sangat senang sekali mengikuti acara pelatihan ini, ternyata kerajinan macramé merupakan kerajinan yang mahal karena proses pembuatan nya yang sedikit ulet dan teliti, karena sekali tidak fokus akan mengurangi estetika atau keindahannya. Setelah ini saya akan menggalakan kegiatan ini di wilayah rumah saya, agar dapat memotifasi ibu-ibu yang lainnya sehingga bisa menjual hasil kerajinan dan menambah pundi-pundi ekonomi, ya bantu-bantu suami dalam mencari nafkah, meskipun sebagai ibu rumah tangga tapi tetep bisa berkreasi dan berinovasi serta mendapatkan uang hahaha” tutur ibu ning yono sambil tertawa.  

 Pelatihan Seni macramé merupakan salah satu seni tali temali yang sangat indah, hasil kerajinan ini sangat kuat dan awet karena dilihat dari bahan dasar nya yaitu tali kur yang memiliki sifat kuat terhadap tekanan, ditambah dengan lilitan atau simpulan-simpulan yang menambah bahan tali kur yang kuat menjadi lebih kuat, sehingga kerajianan tas misalnya tidak mudah rantas atau putus. Jika terkena sayatan benda tajam tas tidak akan mangalami rusak yang sangat fatal, sehingga barang-barang didalamnya aman. Selain itu jika ada beberapa bagian rusak maka bisa diperbaiki kembali dengan simpul-silmpul yang sama sehingga tidak menjadikan barang yang tidak pakai, bisa direcycle atau didaur ulang menjadi barang yang cantik kembali dan siap untuk dipakai sehari-hari.

Begitupula dengan gantungan kunci macramé yang memberikan tanda atau cindera mata buat teman sekitarnya. Selain itu masih banyak lagi seni macramé yang menggunakan tali temali ini seperti ikat pinggang, korden, tempat pensil, topi, dan taplak meja.

Kompinansi tali temali juga sangat beragam, baisanya bagi orang yang sudah mahir dalam seni macramé dalam membuat satu hasil macramé mereka menggunakan beberapa jenis ikatan atau simpulan yang menjadikan hasil karya tersebut semakit cantik dan harganya semakin tinggi karena kerumitan simpulan-simpulan yang dihasilkan.

Let us know what you think

* Required field

Comments (0)