Bid. Perempuan & Anak
Pelatihan Hantaran Pernikahan bagi Ibu-Ibu
Pelatihan Hantaran Pernikahan bagi Ibu-Ibu
Kota Semarang- Kelurahan Ngesrep melaksanakan Program pemberdayaan perempuan dan anak dengan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Merangkai Hantaran Pernikahan kepada ibu-ibu perwakilan Rw 01 sampai Rw 10 di balai Kelurahan Ngesrep, Rabu, 15/03/2023.
Lurah Ngesrep, Bapak Putut Moedjiono menyampaikan Pelatihan tersebut merupakan salah satu aspirasi Musyawarah Sayang Perempuan dan Anak pada tahun 2022 dan Penganggaran nya yang dilaksanakan pada tahun 2023. Kegiatan ini berasal dari ibu-ibu Kelurahan Ngesrep dan di adakan untuk ibu-ibu kelurahan ngesrep sebagai wadah kreasi di kegiatan rumah dan menghasilkan nilai jual yang ekonomis sehingga menambah ketahan ekonomi keluarga.
Kegiatan Ini di hadiri oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, bapak Cahyo Adhi Widodo, S. Ap. Dalam Sambutan dan paparan nya pak Adhi, sapaan akrab nya “Usaha dimulai dari kecil-kecil dan akan berkembang menjadi besar. Saya juga pernah berwirausaha dibidang kerjajinan yaitu pengrajin sandal jepit. Omset yang dihasilkan memang sedikit di awal-awal produksi, tetapi setelah berinovasi dan tidak kenal Lelah memasarkan produk, alhamdulillah pesanan banyak dan omset lumayan” tuturnya
“Sandal jepit juga dipasarkan dengan motif-motif menarik sehingga mengundang konsumen untuk membeli dan ada yang dijadikan sebagai hantaran pernikahan karena sandal yang dihasilkan memiliki corak yang bagus dan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang sangat terjangkau” lanjutnya
Hantaran nikah ini merupakan sebuah tradisi dalam pernikahan yang umum dilakukan di Indonesia dan beberapa negara lainnya di Asia Tenggara. Hantaran nikah adalah kumpulan hadiah atau barang yang diberikan oleh pihak pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan sebagai simbol cinta dan kasih sayang. Hantaran nikah bisa terdiri dari berbagai jenis barang, seperti baju, perhiasan, tas, sepatu, makanan, minuman, hingga uang atau cincin. Jumlah barang yang diberikan dalam hantaran nikah biasanya disesuaikan dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Hantaran nikah memiliki makna yang dalam, yaitu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari pihak pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan dan keluarganya. Hantaran nikah juga bisa menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antara kedua keluarga yang akan menjadi satu keluarga besar setelah pernikahan.
Narasumber Pelatihan ini merupakan pemilik toko ade handicraft, Ibu Erlina andari membimbing peserta kegiatan dengan ketekunan dan kiat-kiat agar menghasilkan hantaran yang menarik, selain itu berinovasi sesuai masa kini.
“ Hantaran merupakan salah satu kegiatan yang menarik, karena kita bisa mengembangkan kreasi sesuai dengan keinginan kita dan customer. Selain itu trend selalu berubah-ubah sehingga menuntut kita untuk selalu berfikir Kreatif. Salah satunya adalah Pembuatan Hantaran Pernikahan dengan Mukena tahun dulu dengan tahun sekarang berbeda” kata Ibu Erlina Andari
“Kalau trend dulu dipakai sekarang maka kurang ada peminat nya. Jangankan membeli, melihat aja pun kadang sudah tidak suka karena menganggap sudah tidak jamannya. Maka harus berkreasi sesuai dengan trend saat ini” tuturnya
“Saya Setuju dengan Ibu Erlina Andari, dulu 35 tahun yang lalu seserahan saya model hantaran mukenanya berupa Angsa, kemarin waktu anak saya menikah anak saya memilih model hantaran mukena yang simpel dengan model bunga” tegas ibu Haryanti, salah satu peserta kegiatan dari RW VI.
Peserta Kegiatan untuk membereskan kursi kepinggir dan menyiapkan tikar untuk selanjutnya duduk melingkar berkelompok agar lebih leluasa dalam pelatihan. Selain itu, mereka dibekali dengan peralatan merangkai seperti gunting, pita, kawat kecil, karet, jarum pentul, bak hantaran, dan pola-pola untuk membuat hantaran.
